Perkembangan kendaraan listrik membuat industri otomotif memasuki fase perubahan teknologi. Namun, perpindahan dari kendaraan bermesin pembakaran internal atau internal combustion engine (ICE) ke kendaraan listrik belum sepenuhnya berlangsung satu arah. Bridgestone melihat pasar kendaraan masih dinamis. Perusahaan mencontohkan perkembangan di China, yang saat ini memiliki pasar kendaraan listrik dan kendaraan ICE yang semakin berimbang. "China sekarang ini bisa dikatakan hampir 50-50 antara mobil EV sama mobil ICE," ujar Mukiat Sutikno, Presiden Direktur Bridgestone Indonesia, kepada Kompas.com, saat ditemui di Jakarta, belum lama ini. Menurut dia, pengalaman konsumen menggunakan kendaraan listrik juga dapat memengaruhi keputusan mereka ketika hendak membeli kendaraan berikutnya. Salah satu hal yang menjadi pertimbangan adalah usia baterai dan nilai kendaraan bekas. Pengecekan kondisi ban pascamudik Lebaran dibutuhkan sebagai langkah menjaga kenyamanan dan keselamatan berkendara. "Tapi, setelah beberapa tahun mereka pakai mobil EV, ada yang mulai, 'Kok giliran saya mau jual enggak laku ya?', karena umur baterainya. Jadi, banyak yang 'sudah saya mau balik ke ICE aja'," kata Mukiat. Konsumen Masih Mempertimbangkan Efisiensi Karena itu, perusahaan menilai arah perkembangan pasar belum dapat dipastikan hanya akan menuju kendaraan listrik. Kendaraan ICE dan hybrid juga masih menjadi bagian dari perkembangan pasar. "Menurut saya, ini masih dinamis. Jadi, kalau dari kami sih yang pasti pokoknya customer pasti akan mencari yang bahan bakarnya bisa lebih irit," ujar Mukiat. Dalam menghadapi perubahan tersebut, Bridgestone menyatakan teknologinya telah dipersiapkan untuk berbagai perkembangan kendaraan. Fokus perusahaan adalah mengikuti kebutuhan pasar, baik untuk EV, ICE maupun hybrid. Ecopia EP300 ENLITEN hadir dalam 2 ukuran baru untuk Innova Zenix Tipe V dan Q. "Yang kedua juga lebih sekarang trendnya ke EV atau ke ICE, atau hybrid bahkan, karena untuk kami teknologinya kita sudah siap, tinggal lebih ke trend marketnya," kata Mukiat. Enliten Dikembangkan untuk Berbagai Kendaraan Salah satu teknologi yang telah dikembangkan oleh Bridgestone dalam menghadapi era elektrifikasi dan mengejar efisiensi BBM adalah Enliten. Teknologi tersebut sudah EV ready, tetapi juga dapat digunakan pada kendaraan konvensional. "Enliten penjualannya cukup bagus ya, karena ini EV ready tapi juga bisa dipakai untuk mobil biasa," ujar Mukiat. Ecopia EP300 ENLITEN hadir dalam 2 ukuran baru untuk Innova Zenix Tipe V dan Q. Selain kompatibel dengan kendaraan listrik, teknologi tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan efisiensi penggunaan bahan bakar. "Enliten sendiri juga itu kan sebenarnya teknologinya membuat pemakaian bahan bakar pun lebih efisien," kata Mukiat. Efisiensi dan Keselamatan Jadi Fokus Dalam pengembangan produk, Bridgestone menempatkan efisiensi dan keselamatan sebagai aspek penting. Produk juga menjalani berbagai pengujian untuk memastikan performanya memenuhi standar. Tim Kompas.com mencoba keandalan Ecopia EP300 Enliten di Bridgestone Proving Ground. "Kalau boleh saya bilang, setiap pengembangan produk itu yang paling diutamakan ini tuh soal bagaimana bisa mendukung efisiensi dan tentunya pasti dari segi safety," ujar Mukiat. Pengujian dilakukan di pabrik, termasuk melalui sejumlah tes untuk memastikan ban memenuhi aspek keselamatan dan daya tahan. "Karena di Bridgestone, di setiap pabrik kita, itu kita ada beberapa tes, endurance tes. Jadi, setiap ban tersebut ada yang random kita tes untuk dipastikan mereka bisa melewati tes tersebut," kata Mukiat. Pengujian tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga aspek keselamatan dan durability produk di tengah perubahan teknologi kendaraan.