Pengisian hidrogen ke mobil Tren transisi energi di sektor transportasi mulai bergerak ke babak baru. Bila beberapa tahun terakhir fokus dunia lebih banyak tertuju pada elektrifikasi baterai, kini semakin banyak pabrikan otomotif global mengalihkan atensi ke hidrogen sebagai energi masa depan. Alasannya sederhana: hidrogen menawarkan cara mencapai karbon netral tanpa menghilangkan “feel mesin” yang disukai pengendara, durasi pengisian bahan bakar jauh lebih singkat dibanding EV baterai, dan lebih mudah diintegrasikan dengan infrastruktur serta teknologi mesin konvensional yang sudah matang.Saat VIVA Otomotif berkunjung ke Japan Mobility Show 2025 pekan lalu, beberapa pabrikan langsung menegaskan arah tersebut. Kawasaki misalnya, memamerkan research vehicle berbasis mesin Ninja H2 998 cc empat silinder supercharged yang dimodifikasi untuk direct injection hidrogen. Motor ini memakai sasis yang sudah dibekali tangki dan sistem suplai hidrogen tekanan tinggi. “Sensation” khas mesin konvensional masih dipertahankan — getaran, pulse, respon — namun emisi utamanya air. Kawasaki Ninja H2 Hydrogen Concept Hyundai juga tampil agresif. Dalam forum APEC CEO Summit Korea 2025, Vice Chair Hyundai Motor Group dan Co-Chair Hydrogen Council Jaehoon Chang menegaskan hidrogen bukan sekadar bahan bakar kendaraan, tetapi katalis perubahan sistem energi. “Hidrogen mempercepat tercapainya netralitas karbon, mengatasi intermitensi energi terbarukan, dan memperkuat kemandirian energi,” ujarnya. Hyundai mendorong skenario “localised generation” untuk off-grid dan microgrid, demi mengurangi ketergantungan pada grid utama. Di Jepang, Yamaha bekerja sama dengan Toyota. Mereka mengembangkan H2 Buddy Porter Concept — motor hidrogen dengan tangki kompak bertekanan tinggi yang sudah tersertifikasi regulator.Yamaha mengembangkan mesin & sasis, sementara Toyota menyuplai teknologi tangki. Jarak tempuh terukur lebih dari 100 km per pengisian. Motor ini sudah memperhitungkan compliance jalan raya dan patuh Euro 5 termasuk batas NOx.Mitsubishi Fuso menampilkan konsep H2IC, yaitu pendekatan yang menggunakan komponen diesel existing agar transisi teknologi lebih cepat & efisien.Sementara Toyota — pionir hidrogen di Asia — mengingatkan bahwa mereka sudah punya stasiun pengisian hidrogen di Karawang, sekaligus mengindikasikan Indonesia sebenarnya sudah punya starting point jika ekosistem ini ingin dipercepat.